Rabu, 26 Oktober 2022

Hari Stroke Sedunia Manfaatkan 1 Menit Segera Ke Rumah Sakit Demi Kesehatan

 


Stroke menjadi salah satu penyumbang kematin terbesar di Indonesia. Penyakit penyumbatan pembuluh darah otak ini juga sering disebut sebagai silent Killer, karena bisa terjadi secara tiba-tiba. Stroke salah satu penyakit yang sangat di hindari baik muda maupun tua. Pemerintah saat ini sedang mencanangkan “Manfaatkan satu menit segera ke RS”. Inilah golden moment yang kerap terabaikan karena banyak dari kita yang belum peka dengan tanda-tanda gejala Stroke.


Hari Stroke Canangkan Segera Ke Rumah Sakit, Manfaatkan 1 Menit! Demi Kesehatan
Hari Stroke Canangkan Segera Ke Rumah Sakit, Manfaatkan 1 Menit! Demi Kesehatan



Manfaatkan 1 Menit Anda! Demi Kesehatan


Tahun 2022 tema yang diangkat secara global “The power of saving 
#Precioustime”, sedangkan tema Nasional, “Setiap Menit Berharga, SeGeRa Ke RS”. Ini dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang gejala stroke dan pentingnya bertindak CEPAT serta bagaimana tindakan itu dapat meningkatkan kualitas hidup penyandang stroke karena saat seseorang terkena stroke, setiap detik yang berlalu menjadi sangat berharga.


Setiap 29 Oktober kita akan memperingati Hari Stroke Sedunia. Hari ini saya menjadi saksi bahwa betapa pentingnya waktu 1 menit untuk penderita stroke dalam rangka memperingati Hari Stroke Sedunia 2022. Bahagia rasanya menjadi salah satu peserta mengikuti temu Blogger kesehatan “Setiap Menit Berharga, SeGeRa Ke RS”. Telah hadir sebagai narasumber yang membuka paradigma, issue dan bagaimana penanganan tepat pada penderita stroke.

1.       1. Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan RI

2. drg. Widyawati, MKM, Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan

3. Pak Dr. dr. Maxi Rein Rondonuwu, DHSM., MARS, Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI.

4. dr. Mursyid Bustami, Sp.S(K), KIC, M.ARS Direktur Utama Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON)





Kenali Stroke Sejak Dini


Bapak Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan RI mengatakan bahwa “Stroke merupakan bagian dari penyakit kardioserebrovaskular yang digolongkan ke dalam penyakit katastropik karena mempunyai dampak luas secara ekonomi dan sosial. Penting kita tau bahwa stroke masih menjadi ancaman. Kerusakan saraf akibat serangan stroke berpeluang 50 persen bakal cacat, 50 persennya lagi kematian”.

Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan RI
Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan RI

 


Cek kesehatan secara berkala penting banget mulai dari Tekanan Darah, Gula Darah, Kolesterol Total sampai lingkaran perut. Karena dengan cek berkala dengan mengatur pola makanan dan olahraga penyakit pun akan takut masuk dalam tubuh kita.


Jujurly setelah mendengarkan pemaparan Pak Budi menjadi peer buat diri saya, salah satunya menyemangati lagi dengan berolahraga rutin minimal dalam seminggu 5 kali supaya badan pun sehat dan bugar. "Jangan Sampai Kena Stroke " Ujar Bapak Menteri Kesehatan RI 
Budi Sadikin. Stroke dapat dicegah dengan mengendalikan faktor risikonya yaitu tekanan darah yang tinggi, gula darah yang tinggi, diet yang tidak sehat, merokok dan kurang aktifitas fisik”.

 

Karena apabila terkena Stroke akan mengalami cacat fisik dan kualitas hidupnya berkurang. Dalam memperingati HARI STROKE SEDUNIA 2022 kemaren aku mendapat insight lagi mengenai Stroke ini. Yang paling penting harus kenali gejala STROKE sedini mungkin dan terapkan CERDIK sebagai acuan hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari yaitu :

C - Cek kesehatan secara berkala,

E - Enyahkan Asap Rokok,

R - Rajin Aktivitas fisik,

D - Diet Sehat dengan kalori seimbang,

I - Istirahat cukup,

K - Kelola stress


Stroke
Kenali Stroke Sejak Dini


 

Stroke adalah penyakit pembuluh darah otak. Definisi menurut WHO, Stroke adalah suatu keadaan dimana ditemukan tanda-tanda klinis yang berkembang cepat berupa defisit neurologik fokal dan global, yang dapat memberat dan berlangsung lama selama 24 jam atau lebih dan atau dapat menyebabkan kematian, tanpa adanya penyebab lain yang jelas selain vascular.


Stroke terjadi apabila pembuluh darah otak mengalami penyumbatan atau pecah. Akibatnya sebagian otak tidak mendapatkan  pasokan darah yang membawa oksigen yang diperlukan sehingga mengalami kematian sel/jaringan.



 

Kenali Gejala Stroke



"Jika ada gejala stroke sekecil apapun, lekas bawa ke rumah sakit," kata dr. Mursyid Bustami. Lalu apa sih gejala awal stroke? Gejala awal stroke “SeGeRaKeRS”, yaitu:
Se - Senyum tidak simetris

Ge - Gerak separuh anggota tubuh melemah tiba-tiba

Ra - bicaRa pelo

Ke - Kebas atau baal separuh tubuh

R - Rabun/pandangan mata kabur tiba-tiba

S - Sakit kepala hebat yang muncul tiba-tiba


drg. Widyawati, MKM, Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan
drg. Widyawati, MKM, Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan



Jika kita atau orang terdekat merasakan salah satu atau beberapa gejala tersebut, maka SEGERA KE RUMAH SAKIT untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut dari dokter. Semakin cepat mendapatkan pemeriksaan dan pertolongan maka kemungkinan kematian dan kecacatan yang parah dapat diperkecil.

 

Peringatan Hari Stroke pada tahun ini menekankan akan pentingnya kesadaran masyarakat untuk mengenali gejala stroke, serta menyadarkan krusialnya bertindak CEPAT untuk SEGERA datang ke rumah sakit. Karena setiap detik yang berlalu sangat berharga dalam meningkatkan kualitas hidup penyandang stroke.

 

Upaya yang telah dilakukan Kementerian Kesehatan dalam pencegahan dan pengendalian Penyakit Kardioserebrovaskular diantaranya adalah :

A. Yang pertama upaya promotif – dengan mengkampanyekan perilaku CERDIK, yaitu (C) Cek kesehatan secara berkala6, (E) Enyahkan asap rokok, (R) Rajin beraktivitas fisik, (D) Diet sehat dengan kalori seimbang, (I) Istirahat cukup dan (K) Kelola stress.

B.  Upaya Edukasi dilakukan kepada masyarakat agar mengenali tanda dan gejala dini serangan stroke dikenal dengan jargon “SeGeRaKeRS”, yaitu Senyum tidak simetris; Gerak separuh anggota tubuh melemah tiba-tiba; bicaRa pelo; Kebas atau baal separuh tubuh; Rabun/pandangan mata kabur tiba-tiba; Sakit kepala hebat yang muncul tiba-tiba.

C. Upaya preventif dengan mendorong masyarakat untuk melakukan deteksi dini – melalui pemantauan IMT (tinggi badan, berat badan), pengukuran tekanan darah dan gula darah minimal 1 kali dalam setahun bagi yang belum mempunyai faktor risiko PTM. Bagi masyarakat yang sudah mempunyai faktor risiko PTM diharapkan dapat melakukan perubahan gaya hidup. Penderita Hipertensi dan Diabetes Militus harus memeriksakan kesehatan 1 bulan sekali dan melakukan pemeriksaan profil lemak dalam darah dan EKG sebagai upaya skrining penyakit Kardiovaskular dan Stroke minimal 1 tahun sekali;

D. Upaya kuratif dengan penguatan pelayanan kesehatan dengan mengembangkan jejaring pengampuan Rumah sakit layanan stroke. Ke 9 RS Utama Paripurna akan memberikan bimbingan atau pengampuan sehingga pada akhir tahun 2024 diharapkan setiap Provinsi akan memiliki paling sedikit 1 buah RS tingkat Utama atau Madya dan sebagian setengah dari Kab/kotanya mempunyai RS di kabupaten/kota dapat ditingkat menjadi Madya yang akan menjadi rujukan regional bagi kab/kota disekitarnya.

E. Upaya Rehabilitatif yang dilakukan pada fase akut (selama di rumah sakit) dan fase kronis untuk mencegah disabilitas atau serangan ulang. Untuk pelayanan rehabilitasi dimasyarakat akan dilakukan dalam bentuk homecare dan rehabilitasi bersumberdaya masyarakat yang akan dilakukan oleh para kader terlatih, serta edukasi kepada keluarga dan caregiver bagaimana cara melatih penderita.



Di atas itu semua hal terpenting yakni jangan sampai terkena stroke. Untuk itu Bapak Budi Sadikin Menteri Kesehatan RI menekankan agar kita selalu deteksi dini. "Jangan sampai kena stroke, karena akan mengalami kecacatan". Karena 15% pasien stroke meninggal dunia dan 60% cacat, upayakan hidup sehat.

 

Ibu drg. Widyawati, MKM, Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan mengatakan bahwa “Peringatan Hari Stroke Sedunia 2022 mengangkat tema Save #Precioustime. Tema yang ditetapkan oleh World Stroke Organization (WSO) itu bermaksud mengajak setiap orang untuk gunakan waktu secepat mungkin untuk konsultasi ke dokter jika tanda-tanda stroke muncul”.


“The power of saving #Precioustime”, sedangkan tema Nasional, “Setiap Menit Berharga, SeGeRa Ke RS”.


 

Tujuan peringatan Hari Stroke setiap tahunnya adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya melakukan pencegahan dan pengobatan terhadap terjadinya stroke.

 

Menurut guideline Stroke terbaru penanganan Stroke akut dilakukan kurang dari 4,5 jam setelah serangan. Jadi pasien sudah harus sampai ke RS kurang dari 2 jam. Self reminder! Jika Stroke SeGeRa ke RS karena setiap menit penanganan Stroke akut sangat berharga untuk mencegah kematian dan kecacatan.


Tidak ada komentar:

Berikan Pendidikan Anak dengan Kurikulum dan Ekstrakurikuler Terbaik di Sekolah Ini

  Pinjaman uang menjadi fasilitas yang bisa Anda manfaatkan untuk menaikkan taraf hidup, contohnya yakni meningkatkan mutu pendidikan anak. ...