Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 Agustus 2022

Penghargaan Perempuan Indonesia Berdaya dan Berkarya, Berlima Entrepreneur Hadirkan Inspiring Indonesian Look 2022




Perempuan Indonesia terlahir memiliki mahakarya yang tidak ternilai harganya. Tergantung dari talenta dan passion-nya masing-masing. Meskipun belakangan ini perempuan masih dipandang kaum lemah, namun paradigma tersebut bisa dibantah bahwa kaum hawa bisa bersaing dalam urusan bisnis dengan laki-laki di ekonomi kreatif Indonesia. 



Setelah mengikuti perjalanan beberapa fashion show mini dari BerLima Entrepreneur kali ini perhelatan dari lima sekawan yang memiliki passion masing-masing menghadirkan gelaran "Inspiring Indonesian Look 2022". Merupakan event bergengsi banyak menginspirasi kita perempuan bagaimana saling mendukung, saling membangun, saling menopang dan saling sharing. 


Berlima Entrepreneur Hadirkan Inspiring Indonesian Look 2022
Penghargaan Perempuan Indonesia Berdaya dan Berkarya, Berlima Entrepreneur Hadirkan Inspiring Indonesian Look 2022



Rabu, 03 Agustus 2022

BerLima Entrepreneur Mendukung Kampanye Kebaya Goes to UNESCO Dan Mendapat Dukungan Positif Dari Banyak Pihak



Hello Perempuan Hebat Indonesia...

Hayukkk siapa yang suka pakai KEBAYA baik acara formal dan resmi... Yes, saya suka sekali pakai kebaya khas dari Sumatera Utara. Pasti kebayang dong kalau suku Batak mengadakan pesta atau acara adat pasti menggunakan atasan kebaya. Dan wajib adatnya menggunakan kebaya dipadupadankan dengan songket atau mandar atau kain tenun khas Batak.



Beberapa hari lalu saya bersama BerLima Entrepreneur sebagai Perempuan Berkarya Menuju Ekonomi Kreatif sebagai Pilar Perekonomian Masa Depan dan sebagai perempuan kreatif Indonesia memakai kebaya sekaligus mendukung gerakan Kebaya Goes to UNESCO. Saya dan BerLima Entrepreneur terlahir menjadi perempuan Indonesia mengkampanyekan Kebaya Goes to UNESCO merupakan gerakan untuk mendaftarkan kebaya sebagai warisan budaya tak benda asal Indonesia ke UNESCO. 


BerLima Entrepreneur Mendukung Kampanye Kebaya Goes to UNESCO Dan Mendapat Dukungan Positif Dari Banyak Pihak
Menurut saya Kebaya merupakan warisan budaya berbusana Indonesia yang dahulu dipakai oleh nenek moyang sebagai pakaian sehari-hari.


Jumat, 04 Oktober 2019

Penanganan Bencana Karhutla Negara Hadir Secara Sinergi Dan Simultan



Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih melanda beberapa provinsi. Jumlah lahan dan hutan terbakar di tanah air berangsur terus menurun. Sampai saat ini masih tetap dilakukan upaya penanganan karhutla masih tetap digelar pemerintah secara intensif.

Penanganan Bencana Karhutla Negara Hadir Secara Sinergi Dan Simultan
Penanganan Bencana Karhutla Negara Hadir Secara Sinergi Dan Simultan


Pemerintah sudah menyampaikan agar seluruh pihak, mulai dari pusat hingga daerah untuk melakukan konsolidasi dalam penanganan karhutla secara menyeluruh. Bukan hanya itu, sesuai dengan himbauan Presiden Jokowi terhadap Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan proses hujan buatan dengan cakupan yang lebih luas. 


Bencana kita terkait dengan kepekaan hutan. Sangat dipengaruhi oleh cuaca dan sekaligus masalah kerusakan lingkungan. Karena ini ancaman permanen sehingga masalah karhutla pernyelesaiannya juga harus permanen. Bukan hanya sekedar respon. Kalau hanya dengan respon berarti kita hanya mengharapkan hujan alam untuk menyelesaikannya dan memadamkan. 99 persen kejadian kebakaran terjadi karena ulah sumber daya manusianya. 


"Penanganan Bencana" Karhutla ini dibahas di acara Forum Merdeka Barat (FMB) 9 tempo hari (Rabu, 2/10/2019) hadirnya tiga lembaga mengupas tuntas progres penanganan karhutla. Diskusi digelar di Ruang Serbaguna Sutopo Purwo Nugroho, Lt 15, BNPB, Jakarta Timur dihadiri oleh narasumber yakni Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, Kepala UPT Hujan Buatan BPPT Tri Handoko Seto, Deputi Sistem dan Strategi BNPB Bernardus Wisnu Widjaja, Kapusdatinmas BNPB Agus Wibowo, dan Analis Kejadian Gempabumi Ambon Daryono.

BMKG menginformasikan curah hujan
Perkiraan Curah Hujan selama bulan september dan bulan berikutnya



Untuk itu dari BMKG menginformasikan analisa terkait dengan cuaca bulan september dan bulan berikutnya. Sejauh ini pantauan analisis hasil pantauan curah hujan berdasarkan titik pengamatan seluruh Indonesia dibagi menjadi tiga yaitu 10 hari pertama dibulan September, 10 hari akhir bulan September dan 10 hari di awal bulan Oktober. Curah hujan di area-area Indonesia termasuk kriteria rendah. 


BMKG memprediksi curah hujan satu minggu kedepan dilihat potensi hujan sedang sampai lebat terjadi di beberapa daerah. Tapi di daerah Bekasi sama sekali belum pernah di guyur hujan lho. Malah terjadi kekeringan air di beberapa daerah. Salah satunya air di perumahan saya sangatlah sulit.

Negara Hadir Tangani Bencana Karhutla Secara Sinergi dan Simultan
Kapusdatinmas BNPB Agus Wibowo



Prediksi cuaca curah hujan ke depan dari BMKG negara Indonesia musim kemarau akan semakin panjang. Bener banget ya memang semakin terasa sekali panas dan ekstrim cuaca sekarang ini. Berasa seperti di gurun pasir. Panasnya membara sampai sore hari. Namun potensi hujan pada tahun akhir tahun dan awal tahun 2020 akan semakin tinggi. Namun kita tetap antisipasi terhadap bencana banjir dan longsor.


Akibat dari bencana kebakaran hutan dan lahan ini menghasilkan kondisi siaga darurat ada 6 provinsi yaitu Kalimantan Barat, Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Jambi. Untuk mengantisipasi kondisi 6 provinsi karhutla sudah membuat patroli terpadau melibatkan beberapa instansi seperti TNI, Polri, Pemda dan Kemenhut sendiri. Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) sudah menyediakan posko untuk penanganan karhutla. 

BMKG Gempa Bumi Ambon
Informasi Kebencanaan Geologi Bulan September 2019 khususnya Gempa Bumi di Ambon



Operasi dukungan pemadaman berbagai cara sudah dilakukan. Termasuk patroli terpadu melalui luas jangkauan pesawat udara yang digunakan sebanyak 45 unit dengan jumlah air yang sangat banyak. Tidak disangka ya sampai sebegini besarnya permasalah karhutla di negara kita. 


Karhutla sangat berdampak buruk bagi kesehatan. Oleh sebab itu kita harus tetap waspada dan menerapkan bagaimana cara mengatasi masalah kesehatan dengan adanya karhutla. Ada 3 konsep dasar mengatasi buruknya kesehatan akibat karhutla.
1. Cegah, mencegah agar tidak ada pembakaran hutan terjadi kembali. Perlu ketegasan pemda didukung dengan penegakan hukum dan koordinasi lintas sektor.
2. Hindari, jika pencegahan gagal, hindari udara tercemar dengan membangun ruang aman asap berbasis cyrcle community dan diprioritaskan buat kelompok rentan. Yang perlu dibangun mulai dari sebelum adanya kebakaran. 
3. Lindungi, terpaksa dan terbatas gunakan masker apapun jenisnya. Dan digunakan secara benar. Batasi waktu paparan terhadap kabut asap.

Negara Hadir Tangani Bencana Karhutla Secara Sinergi dan Simultan
Bahayanya Dampak Asap bagi kesehatan



Dampak asap bagi kesehatan akan berbahaya pada gangguan saluran pernafasan. Karena sangat banyak mengandung bahan kimia dan gas. Sangat mudah berdampak bagi manula, bayi dan pengidap penyakit dan demikian pula berdampak bagi orang sehat. Nah, kita perlu waspada terhadap dampak bahaya asap. Ya setidaknya semua makanan harus higienis dan hindari kontaminasi dengan asap.


Karhutla sebuah kejahatan serius dan luar biasa karena dampaknya sangat merugikan negara bahkan masyarakat. Terutama dampaknya pada kesehatan dan ekosistem kita punah. Dan berdampak langsung juga dengan ekonomi bangsa dan terus menerus meningkatkan kerugian negara. 


Sehingga Presiden Jokowi juga menginstruksikan agar dilakukan tindakan tegas terhadap para pelaku pembakaran hutan dan lahan. Dengan melakukan pencegahan di lokasi-lokasi rawan atau lainnya agar titik api bisa segera diketahui dan tidak membesar yang berpotensi menyebabkan meluasnya karhutla. 

Negara Hadir Tangani Bencana Karhutla Secara Sinergi dan Simultan



Nah, ancaman serius karhutla ini akan ditindak lanjuti secara hukum. Ibarat kata makan sibuah mala kama ya buat pelakunya. Kalau hutan kita sudah terbakar punah dan ekosistem kita terganggu sama halnya hidup dan kesehatan kita terganggu. Oleh sebab itu, Mari kita lindungi sumber daya alam dengan sebaik-baiknya.

Jumat, 27 September 2019

BNPB Mengajak Masyarakat Berkolaborasi Antisipasi Karhutla Berlanjut


Indonesia kembali menangis, setelah terjadi bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) diberbagai tempat. Belum kering air mata dan belum selesai penderitaan saudara kita di Riau, kini saudara kita yang di Kota Pontianak dan sekitarnya akan mengalami hal yang sama.


Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan, Kamis (26/9/2019), kembali menyelimuti Kota Pontianak dan sekitarnya, di Provinsi Kalimantan Barat. Setelah sebelumnya, kabut asap sempat berangsur menghilang karena guyuran hujan.


BNPB Antisipasi Karhutla Berlanjut
Indonesia mengalami Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla)



Bencana kebakaran pada tahun ini sangat meresahkan dan menghebohkan semua kalangan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Dulu masih teringat sekali di daerah Sumatera sangat banyak sekali penebangan hutan secara liar. Dari depan rumah saya terlihat truk tronton lewat bermuatan pohon pinus dan pohon hasil hutan lainnya. Yang akan diolah menjadi kertas, peralatan rumah tangga dan lainnya. 


Perbuatan penebangan liar itu dilakukan oleh orang-orang pebisnis tanpa memperdulikan masa depan masyarakat yang tinggal di sekitaran hutan. Setelah penebangan liar tumbuhlah ilalang dan pepohonan liar sehingga terjadi pembakaran hutan. Datang lagi bencana hujan deras mengakibatkan kebanjiran tetap lagi masyarakat yang terkena dampak ulah dari tangan-tangan jahil.


Kejadian ini tentu akan terulang terus menerus tanpa ada yang memperdulikan. Sehingga sekarang bencana ini mengudara di dunia yang menjadi perdebatan hebat. Dampak Karhutla terindikasi hingga ke negara tetangga, yakni Singapura dan Malaysia. Negara kita mendapat protesan dari negara tetangga.


Sebagai masyarakat yang melek akan informasi akan permasalahan yang menimpa negara ini, saya hendak menghadiri diskusi Forum Merdeka Barat (FMB) 9 yang bertempat di Ruang Serbaguna Dr Sutopo Purwo Nugroho, lantai 15 Graha BNPB, Jakarta Timur. Seperti langkah apa saja untuk menanggulangi Karhutla akan dikupas tuntas dengan tema "Antisipasi Karhutla Berlanjut". Dengan menghadirkan narasumber yang siap menangani karhutla.


BNPB Antisipasi Karhutla Berlanjut
Antisipasi Karhutla Berlanjut



Pemerintah tetap berupaya menangani masalah Karhutla sampai saat ini. Tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Butuh effort dan dukungan masyarakat untuk membantu pemerintah dan masyarakat yang terkena bencana. Kementerian LHK telah menyegel puluhan perusahaan kelapa sawit yang diindikasi terlibat pembakaran lahan. Dilapangan KLHK menemukan perusahaan asal  negara tetangga juga terlibat disamping perusahaan nasional.


Kabut asap akibat Karhutla yang menyelimuti Kota Pontianak berangsur-angsur hilang. Ternyata upaya ini menampakan hasil baik, beberapa waktu lalu hujan turun di wilayah kebakaran.  Bersyukur masih diberikan hujan untuk memadamkan sedikit demi sedikit titik panas. Hal ini disampaikan oleh Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio-Pontianak Erika Mardiyanti terpantau ada sebanyak 228 titik panas atau hotspot di empat wilayah di Kalbar. Sedangkan sebelumnya, ada 34 hotspot dengan sebaran terbanyak di Kabupaten Ketapang, sebanyak 24 titik panas. 


Melihat kondisi sekarang ini cuaca di Indonesia mengahadapi kemarau panjang alami oleh alam yang mengakibatkan persoalan. Maka kondisi ini akan membuat kita harus berkolaborasi dan berkoordinasi dengan semua elemen masyarakat untuk pemadam api di lahan dan hutan. Sejauh ini upaya pemerintah sudah menurunkan 4 pesawat ringan untuk melakukan modifikasi cuaca. 


BNPB Antisipasi Karhutla Berlanjut
Luas real Karhutla yang terbakar 2019



Oleh karena itulah, dengan meningkatkan perbaikan kondisi dampak Karhutla bisa berlanjut. Sejumlah upaya sudah dilakukan oleh pemerintah serta program-program kinerja lanjutan untuk penanganan Karhutla yang terjadi di beberapa daerah. Semuanya harus turun tangan.


Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengatakan bahwa “Kita tidak bisa hanya mengandalkan kekuatan TNI dan Polri, tapi juga seluruh komponen masyarakat. Ya kita semua ini harus terlibat." 




Kita harus sama-sama turun ke desa-desa mengajak masyarakat, anak muda, ulama, tokoh agama, budayawan, tokoh pemuda agar ikut terlibat mengatasi kebakaran ini dengan saling membantu. Semua komponen harus turun ke bawah. Semoga perilaku kita menjaga hutan lebih bijaksana setelah bencana ini.

BNPB Antisipasi Karhutla Berlanjut
Diagram laporan penurunan titik api mingguan di Sumatera dan Kalimantan



Presiden Jokowi sudah instruksikan kepada seluruh gubernur, bupati, walikota agar turun ke masyarakatnya mengedukasi, melakukan simulasi bagaimana menangani bencana Karhutla sejak 2 Februari 2019. Salah satunya tentang Karhutla dan program yang berhubungan dengan kebakaran ini tidak cukup hanya lembaga TNI dan Polri tetapi masyarakat. 


Program utama yang perlu saat ini adalah pencegahan lebih baik dari pada penanganan. Sehingga, buat kedepan harus ada program nasional yang berfokus kepada tindakan pencegahan, sehingga peristiwa kebakaran hutan dan lahan ini bisa diminimalisir.


Hadir pula sebagai narasumber lain yaitu R. Mulyono. R. Prabowo, Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Rafles B Panjaitan, Plt Direktur Pengendalian Perubahan Iklim KLHK,Yudi Anantasena, Deputi Bidang Teknologi Pengembangan Sumber Daya Alam BPPT,  dan Dr. Didy Wurjanto selaku Kepala Kelompok Kerja Perencanaan Anggaran dan Hukum BRG (Badan Restorasi Gambut).


Plt Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK Raffles Brotestes Panjaitan mengatakan bahwa "Penanganan karhutla ini sudah dilakukan teknologi modifikasi cuaca (TMC), udara dan water bombing. BNPB juga memadamkan api karhutla dengan melakukan pengboman air menggunakan 49 helicopter. Untuk di Sumsel adalah jumlah unit terbanyak yakni 9 helikopter.


BNPB Antisipasi Karhutla Berlanjut
Monitoring keadaan Karhutla menggunakan Hotspot Satelit NOAA



Pencegahan kebakaran jauh lebih baik dari pada pemadaman. Setidaknya pemerintah sudah berupaya menangani masalah Karhutla. Sekarang tergantung kita masyarakat untuk menjaga lebih baik lagi sumber daya alam.



#BersamaTanggapKarhutla #TanggapGempaAmbon #FMB9


Tips Menjaga Berat Badan Anjing yang Sehat Gemuk atau Ideal dan Hindari Faktor Penyebab Anjing Mengalami Kelebihan Berat Badan

Senang dan lucu banget kalau melihat anjing gemuk jalan bak model fashion show ditambah   berat badan yang gemoy. Tapi bener nggak sih berat...